Optimalisasi Kontribusi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terkait Pendapatan Daerah Dalam Rangka Meningkatkan Kemandirian Keuangan Daerah Kota Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.20527/jiep.v7i1.119Keywords:
Contribution, Influence, Policy, Local Tax, Local Retribution, Regional Financial IndependenceAbstract
This study's objective was to determine the local government's contribution, influence, and policies in optimizing the contribution of regional taxes and regional levies related to regional income in order to increase regional financial independence in the City of Banjarmasin. Using secondary data from the Budget Realization Report of the Central Bureau of Statistics, this descriptive quantitative research uses contribution analysis and multiple linear regression. The results of this study indicate that the contribution of Regional Taxes to Regional Original Income is classified as very good with an average contribution of 60%, while the contribution of Regional Levies is in the poor category with an average contribution of 16%. Furthermore, the contribution of local taxes and regional levies to regional income is still very low because the average contribution is less than 10%. There is a significant influence between Regional Tax Contributions and Regional Levies on Regional Financial Independence.
References
___________. (2019). Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
____________. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.
Amalia, R. (2021). Analisis Potensi Pajak dan Retribusi Daerah dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Hal. 112 - 125.
Darmanto, A. (2016). Optimalisasi Sumber Pendapatan Asli Daerah Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Di kabupaten Kutai Timur. E Journal Ilmu Administrasi Bisnis.
Fadly Nggilu, H. S. (2016). Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Kemandirian Keuangan Daerah Pada Pemerintah Kabupaten/Kota Di Provinsi Gorontalo. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi.
Fatihah, A. A. (2020). Analisis Efisiensi Efektivitas Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Dalam Rangka Optimalisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Periode 2009 Sampai Dengan 2018). Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, 181-199.
Halim, A. (2007). Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba empat.
Lestari, M. P. (2019). Optimalisasi dan Efektivitas PBB-P2 serta Kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Kubu Raya.
Mardiasmo. (2011). Perpajakan Edisi Revisi 2011. Yogyakarta: Andi Offset.
Octovido, I., Sudjana, N., & Azizah, D. F. (2014). Analisis Efektivitas Dan Kontribusi Pajak Daerah Sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah Kota Batu (Studi Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Batu Tahun 2009-2013). Jurnal Administrasi Bisnis, Vol. 15 No. 1.
Parwoto, M. A. (2019). Analisis Rasio : Kontribusi Pajak Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bantul. Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia, 35-40.
Rohman, A., Puspitasari, E. R. A (2014). Analisis Efektivitas, Efesiensi dan Kontribusi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Peningkatan PAD Kabupaten Blora Tahun 2009-2013. Diponegoro Journal of Accounting,2337-3806.
Saputra, B., Fernando, R. (2017). Kontribusi Sumber-Sumber PAD Dalam Mendukung Kemandirian Keuangan Daerah di Kabupaten Sleman. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 1515-1534.
Saputro, S. E. (2022). Analisis Kontribusi, Efisiensi da Efektivitas Penerimaan Pajak Daerah terhadap Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Barito Kuala (Tahun 2014-2019). Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, 591-602.
Siahaan, M. P. (2010). Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Jakarta: Rajawali.
Solihin, D. S. (2001). Otonomi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sunarto. (2016). Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Kemandirian Daerah yang Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Jurnal Dharma Ekonomi,0835-5205.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2013). Metodologi Peneitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Widjaya, A. (1992). Titik Berat Otonomi Daerah Tingkat II. Jakarta: Rajawali Press.
