Analisis Pendapatan Asli Daerah Pada Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2016-2021
DOI:
https://doi.org/10.20527/jiep.v8i2.209Keywords:
Local Tax, Regional Retribution, the results of the segregated regional assets management, other legitimate local native revenue, Original Local Government RevenueAbstract
This study aims to analyze the Original Local Government Revenue in South Kalimantan during the 2016-2021. The data used in this study is quantitative data. The research method used was data panel regression analysis in South Kalimantan Province. The results of this research analysis show that all independent variables simultaneously and partially have a positive and significant effect on the Original Local Government Revenue variable. and this study also shows the largest contribution of each region in increasing Original Local Government Revenue based on independent variables in this study.
References
Anggrayani, R., & Imansyah, M. H. (2020). Mengapa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten/Kota Relatif Rendah? JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan, 21(1), 1–9.
Apriani, W., Suprijanto, A., & Pranaditya, A. (2017). Analisis Pengaruh Penerimaan Pajak Daerah, Penerimaan Retribusi Daerah, Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan, Serta Penerimaan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Salatiga Tahun Anggaran 2. Jurnal Akuntansi, 1(1), 1–15.
Basuki, A. T., & Yuliadi, I. (2014). Elektronik data prosesing (SPSS 15 dan EVIEWS 7). Denisa media.
Carunia, M. F. (2017). Kebijakan dan Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Destriyanti, A. A. (2021). Pengaruh Jumlah Penduduk, Inflasi, Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (Pad) Di Kabupaten Bantul Tahun 2015-2020.
Eksandy, A., Hakim, M. Z., & Ekawati. (2019). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum Dan Dana Alokasi Khusus Terhadap Belanja Modal (Pada Pemerintah Provinsi Banten Periode 2011-2015). COMPETITIVE Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 2(2), 85. https://doi.org/10.31000/competitive.v2i2.917
Gujarati. (2012). Dasar-dasar Ekonometrika. Salemba Empat.
Hafandi, Y., & Romandhon, R. (2020). Pengaruh Pajak Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, Retribusi Daerah, dan Lain - Lain Pendapatan Daerah yang Sah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Wonosobo. Journal of Economic, Management, Accounting and Technology, 3(2), 182–191. https://doi.org/10.32500/jematech.v3i2.1337
Halim, A. (2007). Akuntansi Keuangan Daerah. UPP STIM YKPN.
Hendawati, H., Komarasakti, D., & Ansori, S. (2018). the Effect of Capital Cost and General Allocation Fund To the Regional Financial Independence in Bandung City Government. The International Journal of Business Review (The Jobs Review), 1(2), 155–163. https://doi.org/10.17509/tjr.v1i2.12934
Iqbal, M., & Sunardika, W. (2018). Pengaruh Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daeah terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bandung. 9(April), 10–35.
Irfan, M. A. (2022). Optimalisasi pengelolaan pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah terhadap peningkatan pad kabupaten sarolangun provinsi jambi. 1–11.
Kaho, J. R. (2010). Prospek otonomi daerah di negara republik indonesia (identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penyelenggaraan otonomi daerah). PT Raja Grafindo Persada.
Monica, F., & Sa’roni, C. (2022). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus terhadap Belanja Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi (Studi Kasus pada Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2010-2019). JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan, 5(2), 819. https://doi.org/10.20527/jiep.v5i2.7031
Musgrave, R. A., & Musgrave, P. B. (1991). Keuangan Negara dalam Teori dan Praktek, alih bahasa oleh Alfonsus Sirait. Erlangga.
Pemerintah Indonesia RI. (2022). Undang-undang Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6757, 104172, 1–143. https://djpk.kemenkeu.go.id/?p=22499
Rahardjo, A. (2014). Pengelolaan Pendapatan dan Anggaran Daerah. Graha Ilmu.
Saputro, S. E., & Saleh, M. (2022). Analisis Kontribusi, Efisiensi dan Efektivitas Penerimaan Pajak Daerah terhadap Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Barito Kuala (Tahun 2014-2019) Setyo. JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan, 5(2), 1–23.
Sri Mulyani, H., & Ramdini, S. A. (2021). Pengaruh Pajak Daerah, Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Majalengka Periode 2017-2019. J-Aksi : Jurnal Akuntansi Dan Sistem Informasi, 2(2), 151–172. https://doi.org/10.31949/j-aksi.v2i2.1613
Sukirno, S. (2011). Makro ekonomi Teori Pengantar. PT. Raja grafindo Persada.
Wau, M., Wati, L., & Fau, J. F. (2022). Teori Pertumbuhan Ekonomi (Kajian Konseptual Dan Empirik). In Eureka Media Aksara, Januari 2022 Anggota Ikapi Jawa Tengah No. 225/Jte/2021.
Widarjono, A. (2013). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya. Ekonesia.
Yani, A. (2008). Hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah Daerah di Indonesia. Edisi Revisi. Raja Grafindo Persada.
