Pengaruh Pendapatan, Luas Lahan, Lokasi Lahan dan Jenis Pekerjaan terhadap Keputusan Masyarakat Mengkonversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Non-Pertanian (Studi Kasus: Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan)
Keywords:
Agricultural Land, Conversion, Income,Abstract
This research aims to determine whether income, land area, land location, and
the type of work to people’s have significant effect simultaneously and partially to the
people's decision to convert agricultural land into non-agricultural land in Gambut
Sub-District and to know its impact on the welfare of the landowners.
This research is quantitative, using primary data in the form of interviews with
80 communities that have agricultural land in the Gambut Sub-District in 2016 until
2017.
The result of logit model regression shows that all variables have a significant effect simultaneously to people's decision to convert agricultural land into non-agricultural land in the Gambut Sub-District. In contrast, only partially significant influence is income and land area, where income and land area negatively affect the conversion rate of agricultural land. Different test results show that there is a marked difference between the income of the community before and after converting agrarian
land. The average community income before converting agricultural land is more
significant than after converting agricultural land.
References
Badan Pusat Statistik. Kalimantan Selatan dalam Angka Tahun 2017.
http://www.kalsel.bps.go.id/. Diakses pada tanggal 24 September 2017.
Badan Pusat Statistik. Analisis Perekonomian Kabupaten Banjar 2014-2016.
http://www.banjarkab.bps.go.id/. Diakses pada tanggal 22 Januari 2018.
Balitbang Kabupaten Banjar. Geografi Kecamatan Gambut.
http://bappelitbang.banjarkab.go.id/satudata/index.php/data/kecamatan/.05/11/
/2017. Diakses pada tanggal 4 Februari 2018.
Bank Indonesia. Survei Harga Proporti Residensial di Pasar Primer.
http:www.bi.go.id/. Diakses pada tanggal 2 Februari 2018.
Budi, Triton Prawira. (2006). SPSS 13.0 Terapan: Riset Statistik Parametrik.
Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Dwipradnyana, I Made Mahadi. (2014). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konversi
Lahan Pertanian serta Dampaknya terhadap Kesejahteraan Petani (Studi
Kasus di Subak Jadi, Kecamatan Kediri, Tabanan). Tesis. Denpasar:
Universitas Udayana.
Kustiawan. (1997). Konversi Lahan Pertanian di Pantai Utara dalam Prisma No. 1.
Jakarta: Pustaka LP3ES.
Mubyarto. (1995). Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: PT. Pustaka LP3ES
Indonesia.
Setyoko, Bayu dan Purbayu Budi Santosa. (2014). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Keputusan Petani Mengkonversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Non
Pertanian. Diponegoro: Jurnal of Economics Volume 3 Nomor 1 Tahun 2014.
Halaman 1.
Soekartawi. (2002). Analisis Usahatani. Jakarta: UI Press
Soekartawi. (1990). Pembangunan Pertanian. Jakarta: PT. Rajagrafindo.
Sumaryanto dan Tahlim Sudaryanto. (2005). Pemahaman Dampak Negatif Konversi
Lahan Sawah Sebagai Landasan Perumusan Strategi Pengendaliannya.
Makalah yang disampaikan pada Seminar Penanganan Konversi Lahan dan
Pencapaian Lahan Pertanian Abadi.
Suparmoko. (1997). Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Yogyakarta: BPFE.
Waluya, Bagja. (2009). Memahami Geografi untuk SMA/MA. Jakarta: Pusat
Pembukuan Depdiknas.
