Pengaruh Belanja Modal, Belaja Non Modal, Penanaman Modal Asing, Dan Penanaman Modal Dalam Negeri Terhadap Kemiskinan Kalimantan Selatan
Keywords:
Poverty, Capital Expenditure, Non-Capital Expenditure, Foreign Investment, Domestic Investment.Abstract
This study was conducted to determine the effect of capital expenditure, non-capital
expenditure, Foreign Investment (PMA), and Domestic Investment (PMDN) on the poverty
rate in South Kalimantan Province.
This research is quantitative. The data used in this study are secondary data from
South Kalimantan Province in 2008-2017. The analysis technique in this study uses multiple
linear regression analyses with time-series data.
The results of this study are based on a regression analysis that capital expenditure has
a negative and significant effect on the poverty rate in South Kalimantan, non-capital
spending has a positive and not significant impact on the poverty rate in South Kalimantan,
PMA has a negative and significant effect on the poverty rate in South Kalimantan, and
PMDN has a negative and not substantial impact to the poverty rate of South Kalimantan.
References
Arsyad, Lincolin. (2004). Ekonomi Pembangunan. Yogayakarta: STIE YKPN.
Bank Indonesia.Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Kalimantan Selatan.www.bi.go.id
diakses pada 20 Oktober 2019
Darise, Nurlan. (2008). Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: PT Indeks
Gujarati.(2006). Dasar-dasar Ekonometrika Edisi 3. Jilid 1.Jakarta: Erlangga
Gujarati.(2010). Ekonometrika Dasar.Jakarta: Erlangga
Halim, Abdul. (2003). Analisis Investasi. Jakarta: Salemba Empat.
Halim, Abdul. (2014). Akuntansi Keuangan Daerah.Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat
Jefry, Seri. (2016). Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran, Belanja
Pemerintah terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia Tahun 1995-2014.Skripsi.
Yogayakarta: Universitas Sanata Dharma.
Jhingan, M.L. (2014). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: Rajawali Pers.
Kementerian Keuangan. Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Perimbangan
Keuangan. https://www.djpk.kemenkeu.go.id/?p=4666 diakses pada 28 September
Khamilah, Henny.(2018). Pengaruh Pengeluaran Pemerintah, Pengangguran, dan
Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinis Kalimantan
Selatan.Skripsi. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.
Kuncoro, M. (2004).Otonomi dan Pembangunan Daerah. Jakarta: Erlangga.
JIEP : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan
Vol. 3 No. 1, 2020, hal 229-242
Kuncoro, Mudrajad. (2006). Ekonomika Pembangunan : Teori, Masalah, dan Kebijakan.
Yogyakarta:STIM YKPN.
Mangkoesoebroto.(2001). Ekonomi Publik Edisi 3.Yogyakarta: Fakultas Ekonomi
Universitas Gajah Mada
Noor, H.F. (2015). Ekonomi Publik: Ekonomi untuk Kesejahteraan Rakyat. Jakarta: PT.
Indeks
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020
Sukirno, Sadono. (2000). Makroekonomi Modern. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Suparmoko.(2003). Keuangan Negara. Yogyakarta: BPFE
Tariga, Robinso. (2005). Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Edisi Revisi. Jakarta: PT
Bumi Aksara
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2007 Tentang Penanaman Modal.
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Wati, Helmi Winda. (2015). Analisis Pengaruh Belanja Modal Daerah, Investasi, dan Indeks
Pembangunan Manusia (IPM Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Indonesia Tahun 2009-
(Studi Kasus Pada 33 Provinsi).Jurnal. Universitas Brawijaya Malang
Yustie, Rentas. 2014. Pengaruh Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat
Pengangguran Terbuka Terhasap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi
Jawa Timur Tahun 2007-2011. Jurnal Ekonomi dan Bisnis.Universitas Airlangga
Surabaya.
