Analisis Nilai Deplesi Dari Produksi Hasil Hutan Di Kabupaten Tanah Laut

Authors

  • Aulia Rahmah fakultas ekonomi dan bisnis universitas lambung mangkurat
  • M. Anshar Nur fakultas ekonomi dan bisnis universitas lambung mangkurat

Keywords:

Sustainable Development, Forest Resources, Depletion, PSDH, Tanah Laut.

Abstract

Abstract
This research aims to analyze the development of depletion value, PSDH revenue,
and comparison of depletion value with PSDH from forest products production in Tanah
Laut Regency. Data collection techniques are documentation from previous research,
online, and intentional surveys. Data is processed by mathematical calculations using
depletion formula, then compared to PSDH revenue.
The research results showed that ups and downs depletion value depended on the
volume of round wood. Depletion per unit of round wood production of natural forests is
more significant than plantation forests. The realization of PSDH received by Tanah
Laut Regency is smaller than PSDH, which should be accepted, about 28,73 percent.
The depletion value of rounded wood is more significant than the PSDH amount was
received. PSDH value is only 1,55 percent of total round wood depletion (Rp.
40.427.004.997,70).

References

Abdullah, M. dkk. (2015). Tata Kelola Penerimaan Negara dan Dana Bagi Hasil

Sektor Kehutanan. Jakarta Selatan: PWYP.

Astana, S. dkk. (2014). Implikasi Perubahan Tarif Dana Reboisasi dan Provisi Sumber

Daya Hutan terhadap Laba Pemegang Konsesi Hutan dan Penerimaan Negara

Bukan Pajak: Studi Kasus Hutan Alam Produksi di Kalimantan Timur Indonesia.

Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan , 251-264.

Astana, S. dkk. (2015). Menaikkan PNBP Sektor Kehutanan Tanpa Kebijakan Kenaikan

Tarif PSDH dan DR. Puspijak , 1-8.

Djamil, I. dkk. (2018). Analisis Kebijakan Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH), Dana

Reboisasi (DR) dan Penggantian Nilai Tegakan (PNT) di Provinsi Sulawesi

Tengah. Mitra Sains , 19-30.

Effendie. (2016). Ekonomi Lingkungan Suatu Tinjauan Teoritik dan Praktek.

Yogyakarta: STIM YKPN.

Hersaputri, L. D. & Santoso, E. B. (2017). Estimasi Deplesi Lingkungan Subsektor

Kehutanan di Jawa Timur. Jurnal Teknik ITS , 443-446.

Indonesia, R. (2014). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014

tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku

pada Kementerian Kehutanan. Jakarta: Pemerintah Indonesia.

Indonesia, R. (2017). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2017

tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup. Jakarta: Pemerintah Indonesia.

Indonesia, R. (2017). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017

tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta:

Presiden RI.

Indonesia, R. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004

tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan

Daerah. Jakarta: Republik Indonesia.

Indonesia, R. (1999). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999

tentang Kehutanan. Jakarta: Republik Indonesia.

MENHUT. (2014). Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun

tentang Penetapan Harga Patokan Hasil Hutan untuk Perhitungan Provisi

Sumber Daya Hutan, Ganti Rugi Tegakan dan Penggantian Nilai Tegakan.

Jakarta: PERMENHUT.

MENKEU. (2004). Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 109

Tahun 2004 tentang Tatacara Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak yang

Berasal dari SDA Sektor Kehutanan. Jakarta: KEMENKEU.

MENLHK. (2017). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik

Indonesia Nomor 64 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Patokan Hasil Hutan

untuk Perhitungan Provisi Sumber Daya Hutan dan Ganti Rugi Tegakan. Jakarta:

PERMENLHK.

Nur, M. A. dkk. (2018). Kontribusi Sektor Kehutanan terhadap Pembangunan Daerah

Provinsi Kalimantan Selatan (Pendekatan Perhitungan PDRB Hijau). Jurnal

Ecoplan , 52-64.

Ratnaningsih, M. dkk. (2006). PDRB Hijau (Produk Domestik Regional Bruto) Hijau.

Yogyakarta: BPFE.

Redi, A. (2014). Hukum Sumber Daya Alam dalam Sektor Kehutanan. Jakarta Timur:

Sinar Grafika.

Suparmoko, M. (2005). Neraca Sumberdaya Alam (Natural Resource Accounting).

Yogyakarta: BPFE.

Suparmoko, M. (2006). Panduan dan Analisis Valuasi Ekonomi Sumberdaya Alam dan

Lingkungan (Konsep, Metode Perhitungan, dan Aplikasi). Yogyakarta: BPFE.

Wanggai, R. N. (1998). Analisis Penerimaan Sektor Kehutanan Bidang Pengusahaan

Hutan dan Deplesi Sumber Daya Hutan Propinsi Dati II Irian Jaya. Skripsi .

Yakin, A. (2015). Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan (ESDAL). Jakarta:

Akademika Pressindo.

Downloads

Published

30-04-2025

How to Cite

Aulia Rahmah, & M. Anshar Nur. (2025). Analisis Nilai Deplesi Dari Produksi Hasil Hutan Di Kabupaten Tanah Laut. JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan, 3(1), 45–62. Retrieved from https://jiep.ulm.ac.id/index.php/jiep/article/view/2430

Issue

Section

Articles