Analisis Pertumbuhan dan Ketimpangan Regional Antar Kabupaten-Kota di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Tahun 2010-2016: Sebuah Perbandingan
Keywords:
Economic Growth, Regional Inequality, Williamson Index, Classen Typology, Gravity ModelAbstract
This study aims to analyze how the Comparison of Income Inequality between Regions, Classification of Region, and Level of Interaction between Region in South Kalimantan and Central Kalimantan Provinces. The data used in this research is Secondary Data obtained from the Central Statistics Agency. The analytical techniques used are Williamson Index, Classen Typology, and Gravity Model.The results showed that income inequality between regions in South Kalimantan was higher than Central Kalimantan. Regional Classification in South Kalimantan is dominated by Developing Regions, while Central Kalimantan is dominated by Relatively Lagging Regions. And based on the Gravity Model, South Kalimantan with the Reference City of Banjarmasin has a higher Gravity Index value than Central Kalimantan with the Reference City of Palangka Raya.
References
Arsyad, L. (1999). Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: BPFE.
Badan Pusat Statistik. (2018). Jarak antar Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.
BPS Kalimantan Selatan
Badan Pusat Statistik. (2018). Jarak antar Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Tengah.
BPS Kalimantan Tengah
Badan Pusat Statistik. (2018). Jumlah Penduduk Provinsi Kalimantan Selatan.
Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan Badan Pusat Statistik. (2018). Jumlah Penduduk Provinsi Kalimantan Tengah.
Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah Badan Pusat Statistik. (2018). Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten dan Kota Provinsi Kalimantan Selatan.
BPS Kalimantan Selatan
Badan Pusat Statistik. (2018). Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten dan Kota Provinsi Kalimantan Tengah. BPS Kalimantan Tengah
Badan Pusat Statistik. (2019). Upah Minimum Provinsi Kalimantan Selatan. BPS alimantan Selatan
Badan Pusat Statistik. (2019). Upah Minimum Provinsi Kalimantan Tengah. BPS Kalimantan Tengah
Emilia, & Imelia. (2006). Konsep Ekonomi Regional. Jurnal Ekonomi Regional.
Jhingan, M. . (2016). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: Rajawali Pers.
Muhyidin, N. T., Tarmizi, M. I., & Yulianita, A. (2017). Metodelogi Penelitian Ekonomi dan
Sosial: Teori Konsep dan Rencana Proposal. Jakarta: Salemba Empat.
Narbuko, C., & Achmadi, H. A. (2009). Metodelogi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Nugroho, I., & Dahuri, R. (2004). Pembangunan Wilayah. Jakarta: LP3ES.
Pramulyawan, Aditya. (2010). Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan
Pendapatan antar Kecamatan di Kabupaten Karanganyar Tahun 2001-2008. [skripsi].
Surakarta: Universitas Negeri SebelasMaret
Sjafrizal. (2014). Ekonomi Wilayah dan Perkotaan. Jakarta: Rajawali Pers.
Sjafrizal. (2016). Perencanaan Pembangunan Daerah dalam Era Otonomi. Jakarta: Rajawali Pers.
Suharyadi, & Purwanto. (2013). Statistika Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern. Jakarta: Salemba Empat.
Sukirno, S. (1996). Makroekonomi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Syaukani, H., Gaffar, A., & Rasyid, M. R. (2003). Otonomi Daerah dalam Negara Kesatuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tarigan, R. (2014). Ekonomi Regional; Teori dan Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.
